Tradingan.com - Dan kini disambarnya tubuh Citra yang sudah kepayahan. Tubuh Citra yang dalam posisi tengkurap diangkatnya pada bagian pinggul sehingga menungging. Dia membuka lebar bibir vagina Citra dan menyentuhkan kepala penisnya disitu. Benda itu pelan-pelan mendesak masuk ke vaginanya. Sambil menggenjot Citra dia meremas-remas payudaranya yang makin menantang gara-gara menungging. Citra yang sudah lemah hanya bisa mendesah sambil meremas-remas sprei.
“Aduhh.. aahh.. gila Ver.. enak banget!!” ceracanya sambil merem-melek wajahnya sudah memerah saking terangsangnya.
Sambil menggenjot Citra perlahan-lahan, tangan Pak Indra merayap ke pangkal pahaku. Dia membuka bibir vaginaku dan memasukkan jarinya. Aku yang masih lelah hanya bisa mengangkang sambil menghayati jari-jarinya yang keluar masuk vaginaku. Berbeda dengan menggenjot tubuh Citra dengan cepat, dia memasukkan dan mengelurkan jarinya dari vaginaku dengan lembut. Lama kelamaan aku merasakan nikmat dan ingin keluar.“Oohh.. terus Pak.. kocok terus” desahku terus sambil meremas-remas dadaku sendiri.
“Yak.. dikit lagi.. aahh.. Pak.. sudah mau” aku mempercepat iramaku karena merasa sudah hampir klimaks.
“Neng Citra.. Neng Verna.. bapak juga.. mau keluar.. eerrhh” geramnya dengan mempercepat gerakkannya.
Jari-jarinya terasa menyodok semakin dalam bahkan sepertinya menyentuh dasar rahimku. Sebuah rintihan panjang menandai orgasmeku, tubuhku berkelejotan seperti kesetrum. Kemudian dia lepaskan penisnya dari vagina Citra dan berdiri di ranjang. Disuruhnya aku berlutut dan mengoral penisnya yang berlumuran cairan cinta. aku berlutut mengemut penis basah itu sambil tangan kananku mengocok vaginaku sendiri yang tanggung belum tuntas. Citra bangkit perlahan dan ikut bergabung denganku menikmati penis Pak Indra. Aku mengemut batangnya, Citra mengemut buah zakarnya, kami saling berbagi menikmati ‘sosis’ itu.
Di tengah kuluman ku mendadak kurasakan vaginaku dibawah sana makin banjir dan aku orgasme dari masturbasiku sendiri. Disusul beberapa detik kemudian, Pak Indra mencabut penisnya dari mulutku lalu mengerang panjang. Cairan kental berbau khas memancar dengan derasnya membasahi wajah kami. Kami berebutan menelan cairan itu, penis itu kupompa dalam genggamanku agar semuanya keluar, nampak pemiliknya mendesah-desah dan kelabakan.
“Sabar, sabar dong neng, bisa putus penis bapak kalau rebutan gini” katanya terbata-bata. Setelah tidak ada yang keluar lagi. Aku menjilati sisa sperma di wajah Citra, demikian pula sebaliknya. Akhirnya aku dan Citra ambruk kecapaian disusul Pak Indra yang ambruk di atas dadaku.
Aku tertidur sebentar dan terbangun ketika kurasakan bahwa hanya aku dan Pak Indra yang ada diranjang. Pak Indra tampak tertidur dengn wajah yang puas. Mungkin dia masih merasa mimpi bisa mengerjain 2 orang mahasiswa yang cantik-cantik dan berbody aduhai. Gratis lagi. Kurasakan lengket pada wajah dan sekujur tubuhku. Aku langsung pergi ke kamar mandi yang ada di kamar itu. Aku menguyur tubuhku yang masih belepotan sperma Pak Indra. Kuusap semua daerah-daerah sensitifku. Kubersihkan dadaku yang masih berwarna kemerahan. Kulihat banyak cupangan di sana sini. Kemudian aku membersihkan vaginaku yang masih terasa perih. Bagaimana tidak perih disodok penis sebesar penis Pak Indra. Padahal selama ini aku cowok-cowok yang pernah tidur denganku tidak ada yang memiliki penis seukuran Pak Indra. Aku tersenyum sendiri, ternyata bukan hanya Pak Indra yang beruntung bisa menikmati tubuhku, ternyata aku juga beruntung bisa merasakan penis supernya. Membayangkan hal itu tiba-tiba libidoku langsung naik, aku mulai meraba-raba vaginaku.
Setelah mandi aku melap tubuhku dengan handuk dan mengenakan kimono yang ada di kamar mandi itu, itu pasti punya Citra. Aku keluar kamar mandi, kulihat Pak Indra masih tertidur, mungkin dia masih kecapaian melayani 2 orang gadis sekaligus. Kulihat kearah penisnya yang sudah lemas. Tapi walupun masih lemas, penisnya lumayan besar juga. Gimana kalau sudah berdiri tegak? Perlahan-lahan aku dekati penis itu. Kusentuh dengan jari-jariku. Lalu kukocok-kocok. Perlahan-lahan ukurannya makin lama makin besar. Sambil mengocok-ngocok penis Pak Indra, perlahanlahan kemasukkan kemulutku. Kujilati dan kukulum. Selain itu jari-jari lentikku meremas-remas buah jakarnya. Kurasakan Pak Indra bangun. Setelah melihat apa yan kulakukan dia tersenyum sambil meringis merasakan kenikmatan. Mungkin baru kali ini penisnya di oral seorang gadis muda yang cantik. Mimpipun mungkin dia tidak berani.
“Aahh.. terus, Ver!” hanya itu yang keluar dari mulutnya.
Aku menjilati penis itu dengan sangat bernafsu. Sungguh besar penis itu, sehingga tidak muat di mulutku yang mungil. Paling yang masuk kemulutku hanya nya saja. Kemudian dia bangun dan berdiri dengan penis yang masih tertancap dimulutku. Dia memaju mundurkan penisnya di mulutku sambil tangan memegang kepalaku. Sampai akhirnya menyemprotlah maninya dimulutku. Satu.. dua.. tiga.. empat.. lima.. enam.. tujuh. Ada tujuh kali penisnya memnyemprotkan maninya dimulutku. Sebagian kutelan dan sebagian mengalir di sela-sela pipiku. Baca selengkapnya!

0 Response to "Cerita Party Sex Sambil Nonton Parody XXX Tarzan 2"
Posting Komentar