Explore Zona Dewasa

Cerita Ngewe Liang Memek dan Anus Lia 2

  Iklans.com - Tapi itu belum berakhir karena sedetik kemudian si Jack langsung menghujamkan batang kemaluannya di dalam vagina Tante Cindy, yang membuat tubuh Tante Cindy kembali terguncang guncang karena diperkosa oleh si Jack, aku kembali panik saat si Man menghampiriku, membuka pintu mobil dan menarikku keluar, sekilas kulihat Risna masih tergolek pingsan saat si Man berusaha mendekapku dengan kasar.

“Jangann.. Jangan perkosa saya lagi, saya sudah tidak kuatt. Lepaskan saya” seruku, saat si Man menjabak rambutku dan menyeretku memasuki villa.
“Siapa yang mau perkosa lu, sekarang lu tunjukin dimana teman-teman lu yang lain” teriak si Man, sambil melepaskan tali yang mengikat kedua tanganku.


Aku agak lega mendengarnya sebab paling tidak aku tidak akan diperkosa lagi. Dengan rambut dijambak dan punggungku ditodong pistol, terpaksa aku menuruti kemauannya, dengan selangkangan yang masih ngilu dan sakit, aku berjalan menuju kamar yang ku tahu itu kamar pribadi Aske, dengan perlahan kubuka pintu kamar itu yang rupanya tidak di kunci oleh Aske, kamarnya masih terang benderang dan kulihat Aske sedang tidur di ranjangnya dengan posisi terlentang, kakinya yang jenjang terjuntai ke bawah, rok pendek coklat yang di kenakannya tadi siang masih menempel di tubuhnya dan agak sedikit tersingkap sampai sebatas pangkal paha kirinya, memperlihatkan sebagian kaki dan pahanya yang putih mulus.

Sementara kemeja putih yang di kenakan Aske juga tersingkap di sedikit di bagian atasnya, karena 2 kancing atasnya terbuka, sehingga buah dada Aske yang tertutup bra hitam itu tampak sedikit terlihat, mengintip dari balik kemeja putihnya, apalagi dengan posisi tidur Aske yang terlentang seperti itu, dengan ke dua tangannya yang membuka ke arah samping, semakin membuat payudaranya terlihat membusung ke atas.

Kasihan Aske, mungkin dia kelelahan karena menunggu aku dan Risna sehingga dia ketiduran dan lupa berganti pakaian serta mematikan lampu pikirku. Aku menoleh ke belakang dan kulihat si Man tak berkedip melihat kemolekan tubuh Aske yang sangat menantang itu, beberapa kali dia menelan ludahnya sendiri.

Gawatt..!! sepertinya pemerkosa ini kembali terangsang, pikirku. Kasihan Aske kalau dia harus mengalami perkosaan seperti yang aku alami, gumanku dalam hati. Dan parahnya lagi Aske tidak tahu kalau sebentar lagi kejadian yang mengerikan akan menimpa dirinya.. Aku harus berbuat sesuatu..!! pikirku sambil berusaha memberanikan diri.

“Lu harus bantuin gua menyetubuhi teman lu itu kalau nggak awas..” Bisik si Man pelan tapi dengan nada mengancam.
“Jangann..!! Jangan perkosa dia.. Dia masih terlalu kecil.. Lebih baik lu garap aja lagi gua.. Sepuas lu..!!” seruku berusaha menghalangi niatnya, walaupun sebenarnya aku juga tidak rela di setubuhi dan di garap lagi oleh si Man.
“Elu mau mampus..!!” bentak si Man sambil mengacungkan pistolnya ke arah kepalaku..
“Kalau lu nggak bantuin gua.. Gua ledakin kepala lu..!!” sambung si Man dengan nada geram, tubuhku lemas saat kurasakan ujung laras pistol si Man menempel di keningku, akhirnya aku hanya bisa mengangguk lemah dan menuruti semua kemauannya, tanpa bisa melakukan perlawanan.

Lalu si Man beranjak pelan mendekati Aske yang masih tertidur dengan lelap, sejenak si Man memandangi kemolekan dan kemulusan tubuh Aske yang menantang, menyapukan pandangannya yang penuh nafsu mulai dari wajah Aske yang cantik, lehernya yang jenjang, buah dadanya, pahanya, sampai ke kaki Aske yang kecil dan indah. Aku merasa jijik melihat cara si Man memandangi tubuh Aske dengan pandangan yang begitu mesum.

Aske masih belum bangun dari tidurnya saat si Man berlutut di antara ke dua kaki Aske, lalu dengan pelan dan lembut si Man mulai merenggangkan ke dua belah kaki Aske setelah sebelumnya menyingkapkan bagian depan rok coklat yang di kenakan Aske ke arah atas, sehingga pahanya yang putih mulus terlihat dengan jelas, si Man makin melotot saat melihat vagina Aske yang di tumbuhi bulu bulu halus tampak membayang dari balik celana dalam hitam dan tipis yang menempel di selangkangan Aske, lalu si Man mengangkat kaki kanan Aske dan meletakkanya di atas pundaknya sendiri.

Sekarang posisi kepala si Man sudah berada di antara kedua paha Aske, lalu dengan tak sabar si Man mulai menciumi dan menjilati paha Aske yang putih mulus itu, sambil tangannya berusaha menyibakkan celana dalam hitam Aske ke arah pinggir sehingga vagina Aske yang di tumbuhi bulu bulu halus terlihat dengan jelas, sementara tangan si Man yang satunya sudah mulai membuka bibir kemaluan Aske memperlihatkan liang vaginanya yang kemerahan dan perawan, sekarang mulutnya sudah berada di bagian luar bibir vagina Aske, lidahnya menjilati liang vagina Aske dengan bernafsunya. Baca selengkapnya!

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cerita Ngewe Liang Memek dan Anus Lia 2"

Posting Komentar